Lompat ke isi utama
ASI Eksklusif
Pemberian ASI merupakan nutrisi terbaik untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi yang sehat. Pemberian ASI eksklusif selama enam bulan merupakan cara optimal untuk memberi makan kepada bayi. Setelah itu bayi harus menerima makanan pelengkap dengan terus menyusu hingga dua tahun atau lebih. Nutrisi ibu yang baik membantu mempertahankan persediaan dan kualitas ASI yang memadai. Pengenalan pemberian susu botol secara tidak benar, sebagian atau seluruhnya, atau makanan dan minuman pelengkap lainnya dapat memberikan dampak negatif pada proses menyusui, yang mungkin tidak dapat dipulihkan lagi. Konsultasikan dengan dokter Anda dan pertimbangkan implikasi sosial dan finansial sebelum memutuskan untuk menggunakan pengganti ASI atau jika Anda mengalami kesulitan dalam menyusui. Ikuti petunjuk penggunaan, persiapan dan penyimpanan pengganti ASI atau makanan dan minuman komplementer lainnya dengan hati-hati karena penggunaan yang tidak tepat atau tidak diperlukan dapat menimbulkan bahaya terhadap kesehatan.
Sekilas Imunisasi DPT, Mengenai Manfaat dan Efek Sampingnya

Sekilas Imunisasi DPT, Mengenai Manfaat dan Efek Sampingnya

Memberikan imunisasi wajib untuk si Kecil adalah hal yang tak boleh terlewatkan. Mengapa? Agar potensi dan resiko penyakit yang bisa menyerang si Kecil dapat diminimalisir. Salah satu imunisasi yang tidak boleh dilupakan adalah imunisasi DPT, yang ditujukan untuk mencegah resiko tertularnya penyakit difteri, pertusis, dan tetanus. Tentu tiga penyakit ini memiliki resiko kesehatan yang cukup tinggi, maka imunisasi tersebut benar-benar tidak boleh dilupakan.

Secara umum, semua imunisasi wajib yang telah diprogramkan oleh pemerintah penting untuk tidak dilupakan. Sebab, imunisasi yang menjadi program dan diwajibkan tersebut dinilai sudah cukup lengkap untuk membantu si Kecil membentuk daya tahan tubuh dan imunitas yang baik. Dengan memberikan imunisasi tepat waktu dan sesuai dengan program, maka idealnya si Kecil juga dapat tumbuh dengan optimal.

Sedikit mengulas tiga penyakit tersebut, berikut penjelasan singkatnya.

Difteri, Populer pada Tahun 2017

Sekilas Imunisasi DPT, Mengenai Manfaat dan Efek Sampingnya

Penyakit yang satu ini menyerang selaput lendir pada hidung dan tenggorokan, yang menyebabkan si Kecil kesulitan bernafas. Jika terserang penyakit ini, resiko terbesarnya adalah kerusakan saraf, ginjal, hingga bahkan jantung. Menurut catatan, selama tahun 2017 setidaknya ada 954 kasus di seluruh wilayah Indonesia, dan korban jiwanya mencapai 44 kasus.

Pertusis atau Batuk Rejan

Sekilas Imunisasi DPT, Mengenai Manfaat dan Efek Sampingnya

Penyakit ini menyerang sistem pernafasan dan menyebabkan batuk yang cukup parah. Karena yang diserang adalah bagian sistem pernapasan, maka resiko yang muncul adalah pneumonia, kerusakan bagian otak, kejang, dan yang paling buruk adalah resiko kematian.

Tetanus

Sekilas Imunisasi DPT, Mengenai Manfaat dan Efek Sampingnya

Jika kedua penyakit sebelumnya ditularkan dari orang ke orang, maka tetanus muncul karena adanya luka luar yang kotor atau terpapar tanah. Gejala yang ditimbulkan adalah kekakuan otot parah, munculnya kelumpuhan, hingga kejang otot. Tentu, ini akan membuat si Kecil terganggu, baik dari segi aktivitas atau segi tumbuh kembangnya.

Kapan Imuinisasi Ini Diberikan?

Sekilas Imunisasi DPT, Mengenai Manfaat dan Efek Sampingnya

Imunisasi DPT untuk si Kecil diberikan dalam tempo lima kali. Pertama ketika usia si Kecil 2 bulan, lalu 3 bulan, 4 bulan, usia 18 bulan, dan terakhir pada usia 5 tahun. Tentu, jadwal pemberiannya juga memperhatikan kondisi kesehatan si Kecil. Seperti banyak imunisasi lainnya, imunisasi DPT bisa diundur atau ditunda jika kondisi kesehatan si Kecil tidak mendukung.

Ada beberapa hal yang perlu Mums perhatikan dalam pemberian imunisasi DPT ini.

  • Terjadi gangguan sistem saraf dalam waktu 7 hari pasca mendapat imunisasi.
  • Terjadi alergi berat yang membahayakan keselamatan si Kecil.
  • Terjadi demam di atas 40 derajat Celcius pasca imunisasi.
  • Tidak berhenti menangis selama lebih dari 3 jam.
  • Terjadi kejang atau pingsan.

Ketika hal-hal ini terjadi, Mums disarankan untuk tidak melakukan imunisasi lanjutan. Sangat direkomendasikan agar Mums juga berkonsultasi dengan dokter untuk menyikapi hal ini ini, sehingga mendapat solusi terbaik untuk si Kecil.

Imunisasi DPT kembali diberikan pada tempo tiap 10 tahun, yang sifatnya adalah penguat atau booster. Jadi tubuh si Kecil, hingga dewasa, tetap terlindung dari tiga penyakit yang beresiko cukup tinggi ini.

Efek Samping Wajar Imunisasi DPT

Seperti kebanyakan imunisasi pada umumnya, ketika memberikan imunisasi DPT pada si Kecil akan muncul efek samping ringan yang nampak pada si Kecil. Namun, efek ini sifatnya hanya sementara saja, sehingga Mums tidak perlu khawatir. Namun jika berkonsultasi dengan dokter dapat membuat Mums lebih tenang, hal tersebut juga tidak dipermasalahkan.

Beberapa efek samping yang muncul antara lain :

  • Si Kecil mengalami demam ringan.
  • Pembengkakan ringan pada area yang disuntik.
  • Sedikit muncul ruam merah pada area kulit yang disuntik imunisasi.
  • Si Kecil nampak lelah.
  • Si Kecil menjadi lebih rewel.

Gejala ringan ini biasanya akan muncul sekitar 1 sampai 3 hari pasca imunisasi dilakukan. Untuk meringankannya, Mums dapat memberikan si Kecil obat yang mengandung paracetamol sehingga si Kecil bisa beristirahat dan merasa lebih nyaman. Hindari obat yang mengandung aspirin ya Mums, sebab dampaknya akan menjadi berbahaya ketika kandungan ini bertemu dengan imunisasi DPT yang baru saja diberikan.

Baca Juga : 6 Cara Membentuk Sistem Kekebalan Tubuh Si Kecil

Sedikit ulasan mengenai imunisasi DPT di atas diharapkan dapat menjadi pemahaman untuk Mums betapa pentingnya memberikan imunisasi yang sudah direkomendasikan sesuai dengan jadwal. Dengan langkah sederhana, banyak sekali penyakit dapat dicegah penularannya, serta membuat daya tahan tubuh si Kecil lebih kuat. Tentu, ketika daya tahan tubuhnya kuat si Kecil akan dapat tumbuh dan berkembang lebih optimal.

Memberikan imunisasi DPT pada anak-anak adalah hal wajib akan si Kecil terhindar dari penyakit difteri, pertusis, dan tetanus. Perhatikan juga asupan ASI yang diberikan pada si Kecil pada masa menyusui, dan pastikan kualitasnya terjaga. Untuk membantu memenuhi kebutuhan nutrisi Mums setiap hari dan menjaga kualitas produksi ASI, konsumsi makanan bergizi dan Frisomum Gold Dualcare+. Dengan kandungan yang terukur, susu tersebut sangat baik dikonsumsi pada masa kehamilan dan menyusui.