Lompat ke isi utama
ASI Eksklusif

Pemberian ASI merupakan nutrisi terbaik untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi yang sehat. Pemberian ASI eksklusif selama enam bulan merupakan cara optimal untuk memberi makan kepada bayi. Setelah itu bayi harus menerima makanan pelengkap dengan terus menyusu hingga dua tahun atau lebih.

Nutrisi ibu yang baik membantu mempertahankan persediaan dan kualitas ASI yang memadai.

Pengenalan pemberian susu botol secara tidak benar, sebagian atau seluruhnya, atau makanan dan minuman pelengkap lainnya dapat memberikan dampak negatif pada proses menyusui, yang mungkin tidak dapat dipulihkan lagi.

Konsultasikan dengan dokter Anda dan pertimbangkan implikasi sosial dan finansial sebelum memutuskan untuk menggunakan pengganti ASI atau jika Anda mengalami kesulitan dalam menyusui.

Ikuti petunjuk penggunaan, persiapan dan penyimpanan pengganti ASI atau makanan dan minuman komplementer lainnya dengan hati-hati karena penggunaan yang tidak tepat atau tidak diperlukan dapat menimbulkan bahaya terhadap kesehatan.

shutterstock-305618816_LypZ0DW1xw

Si Kecil Sudah Belajar Sejak Dalam Kandungan

Tahukah, Mum? Ternyata si Kecil sudah memulai proses belajarnya sejak masih dalam kandungan, lho. Sebagai orang tua, Mum bisa membantunya mengoptimalkan proses belajar ini dengan cara-cara berikut.

Tahukah, Mum? Ternyata, si Kecil sudah memulai proses belajarnya sejak ia masih berada di dalam kandungan, lho. Ya, meski masih berupa janin, si Kecil terus tumbuh, berkembang, dan belajar sejak trimester pertama. Oleh sebab itu, di samping memastikan ia mendapatkan asupan gizi yang cukup, penting bagi Mum untuk mengetahui bagaimana cara mendidik anak dalam kandungan agar tumbuh kembang si Kecil semakin optimal.

Penasaran, Mum? Berikut info selengkapnya. Simak, yuk!

1. Trimester Pertama

Pertama-tama, setelah proses pembuahan berhasil, si Kecil akan berwujud embrio (istilah untuk menyebut dua lapisan sel yang menjadi cikal bakal janin). Umumnya, embrio berukuran sebesar biji kacang hijau dan terus bergerak-gerak.

Seiring waktu, embrio berkembang menjadi janin. Pada trimester pertama, organ jantung janin mulai berdetak secara teratur. Ususnya pun mulai terbentuk. Selain itu, bagian-bagian wajah dan kepala, seperti mata, hidung, dan mulut juga ikut terbentuk. Pada minggu ke-12, organ pendengarannya mulai terbentuk, si Kecil mulai belajar untuk mendengarkan suara, Mum.

Dengan organ telinganya yang masih terus berkembang, janin belajar mengenali suara dari luar dinding perut Mum. Mengingat Mum adalah orang yang paling dekat dengan si Kecil di tahap ini, suara Mum menjadi suara yang paling ia hapal.

Nah, untuk mendukung proses belajar si Kecil di tahap ini, Mum bisa lebih sering mengajaknya berbincang akrab, seolah ia sudah ada dalam dekapan Mum. Supaya lebih seru, lakukan hal ini bersama Dad, ya.

2. Trimester Kedua

Ukuran tubuh yang kian membesar menjadi salah satu hal yang paling terlihat dalam tahap perkembangan bayi di trimester kedua, Mum. Di tahap ini, tulang-tulangnya mulai mengeras sehingga tubuh si Kecil mulai membesar dan memiliki panjang sekitar 8-9 cm, dengan berat sekitar 1,5 ons. Kini, calon bayi Mum sudah memiliki sidik jari, lho. Selain itu, organ jantungnya pun dapat memompa darah hingga 25 liter per hari.

Di fase ini, kemampuan mendengar si Kecil sudah semakin berkembang sehingga ia lebih peka terhadap rangsangan suara dari luar. Organ penglihatannya juga mulai berfungsi, Mum. Janin sudah mulai bisa membuka matanya, sehingga mampu bereaksi terhadap rangsangan cahaya. Tak hanya itu, calon buah hati Mum juga sudah mulai reaktif terhadap rangsangan berupa sentuhan. Dengan kata lain, kini cara mendidik anak di dalam kandungan yang bisa Mum praktikkan bisa lebih beragam.

Untuk mengoptimalkan kemampuan mendengar si Kecil, Mum dan Dad dapat memperdengarkannya beberapa musik klasik. Untuk merangsang indra penglihatannya, Mum dapat mengajak si Kecil bermain ciluk-ba dengan menggunakan senter. Sementara, untuk melatih kemampuan motoriknya, Mum bisa mengetuk atau mengusap perut Mum agar si Kecil dapat membalasnya dengan tendangan lembut.

shutterstock-81575446_N99mTxKPBt

3. Trimester Ketiga

Ini adalah trimester akhir, di mana perkembangan janin semakin menonjol, Mum. Pada awal trimester ketiga, umumnya berat janin sudah mencapai sekitar satu kilogram. Kulitnya mengalami perubahan tekstur dan menjadi semakin halus. Kuku jari tangan dan kakinya juga sudah mulai tumbuh. Rambut si Kecil pun mulai tumbuh, meski belum begitu lebat. Nantinya, begitu seluruh organnya terbentuk sempurna, ukuran janin akan terus membesar hingga minggu-minggu terakhir kehamilan.

Menjelang hari kelahiran, biasanya panjang bayi Mum bisa mencapai 48 cm, dengan berat rata-rata 3 sampai dengan 4 kilogram. Nah, di trimester ketiga ini, tips mendidik anak dalam kandungan masih sama dengan trimester kedua.

shutterstock-123819472_s7dOT9pAfL

Fakta Seputar Bagaimana Janin Belajar Sejak di Dalam Kandungan

Mungkin Mum agak canggung, ya, mengajak si Kecil bermain dan belajar, padahal kini ia masih ada di dalam kandungan. Namun, hal ini penting dilakukan, Mum.

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh University of Kansas Medical Center’s Hoglund Brain Imaging Center, membuktikan bahwa janin sudah mulai belajar, meski belum pernah melihat dunia luar. Menurut penelitian itu, setiap janin akan bersikap responsif tiap kali diajak bermain dan berbicara. Respon ini membuat otaknya lebih aktif, sehingga janin dianggap sedang belajar, Mum. Hasil penelitian itu bahkan juga mengungkapkan, sekitar satu bulan sebelum kelahirannya, janin dapat mengerti bahasa yang digunakan oleh seseorang yang mengajaknya berbicara.

Nah, itulah beberapa fakta seputar cara janin belajar serta apa saja yang bisa Mum lakukan untuk mengoptimalkan proses belajar buah hati dalam kandungan. Semoga info ini bermanfaat dan membuat Mum lebih semangat mendidik anak dalam kandungan, ya.

Sembari mengajak janin bermain dan belajar agar tumbuh kembangnya optimal, penuhi juga kebutuhan nutrisi Mum selama masa kehamilan dengan rutin mengonsumsi segelas Frisomum Gold setiap hari.