Lompat ke isi utama
Stimulus yang Tepat untuk Menjadikan si Kecil Balita Pintar

Stimulus yang Tepat untuk Menjadikan Anak Balita Pintar

Memberikan stimulus penting untuk dilakukan dalam masa tumbuh kembang. Simak beberapa stimulus berikut, untuk menjadikan anak balita pintar!

Mitos yang mengatakan bahwa orang tua cerdas akan menghasilkan anak yang cerdas ternyata bukan isapan jempol belaka. Hal ini dapat dibuktikan secara medis, karena ternyata kecerdasan dapat menurun secara genetik. Tidak heran banyak balita cerdas yang kemudian memiliki orang tua yang juga cerdas.
Kecerdasan anak, dalam hal banyak hal, juga ditentukan oleh kondisi lingkungan serta stimulasi yang didapatkannya ketika pada masa tumbuh kembang. Sudah menjadi hal yang pasti ketika Mums berupaya sekuat tenaga untuk memberikan setiap hal yang dibutuhkan anak. Tujuannya jelas, agar anak dapat tumbuh dan berkembang jadi pribadi cerdas di berbagai bidang.
Artikel ini kemudian akan fokus membahas mengenai stimulasi yang bisa diberikan akan anak menjadi balita pintar. Dengan modal yang mumpuni, idealnya anak akan tumbuh menjadi pribadi yang cerdas, cepat menyerap ilmu, cepat belajar, serta memiliki mental yang baik. Jika dirinci, dasar stimulasi bisa Mums berikan, sejak saat anak hadir di dunia.

Bentuk Stimulasi Usia 0 – 12 Bulan

Pada fase awal kehidupannya, yang terpenting yang diperlukan anak adalah kasih sayang dan nutrisi dari ASI. Untuk stimulasi yang bisa diberikan, secara naluri biasanya Mums akan melakukan hal tersebut. Baik disadari atau tidak, hal kecil seperti memeluk anak, mengajak anak berbicara dan tersenyum, serta memperdengarkan musik pada anak merupakan stimulus yang sangat baik untuk perkembangan otak dan kecerdasannya.
Coba Mums ingat, apakah pernah satu kali Mums bermain dengan memancing anak agar meraih barang yang diinginkannya? Hal ini juga bentuk stimulasi yang baik untuk anak pada usia sekitar 3 bulan. Secara langsung, upaya meraih barang yang Mums pegang dapat melatih koordinasi mata dan gerak tangan anak.
Seiring bertambahnya usia anak, Mums juga bisa menstimulasi kecerdasannya dengan bercermin. Ya, dengan bercermin anak akan mengetahui seperti apa dirinya. Mengenali diri sendiri di depan cermin, mencoba berbagai ekspresi, hal ini akan mendorong anak untuk memiliki rasa ingin tahu yang besar, dan tentu baik untuk kecerdasannya.

Bentuk Stimulasi Usia 12 – 24 Bulan

Pada fase ini, stimulus yang bisa diberikan adalah mengajari anak memegang dan menggunakan alat tulis. Biarkan anak berekspresi dengan mencoret-coret bidang gambar yang disediakan. ‘karya’ anak ini merupakan bentuk terjemahan dari apa yang dilihatnya. Koordinasi yang terbentuk dari mata dan gerakan tangan akan menjadi semakin baik ketika terus dilatih.
Mums juga bisa mengajaknya berbicara lebih intens. Idealnya pada usia ini anak dapat memahami dan mengucapkan berbagai respon serta apa yang dirasakannya. Terus ajak anak berkomunikasi ya Mums sebagai bentuk latihan melancarkan kemampuan berbicaranya.
Stimulasi lain yang bisa diberikan adalah pengenalan bagian tubuh, mencocokan nama dan bentuk binatang, mencuci tangan, mengenakan pakaian, serta bermain lempar bola dan melompat. Stimulus tersebut dapat membantu melatih motorik anak.

Bentuk Stimulus Usia 24 – 36 Bulan

Pada fase ini, anak idealnya telah mampu mengenali dan menyebutkan berbagai warna yang dilihatnya. Selain itu, ajak anak untuk bermain bersama teman-teman sebayanya, baik di lembaga pendidikan formal atau sekedar bermain di taman.

Terus dorong kemandirian anak ya Mums. Hal sederhana seperti mengenakan pakaian sendiri, menyikat gigi dengan benar, atau belajar buang air kecil dan buang air besar. Memang wajarnya di Kecil mampu melakukan hal ini pada usia 3 tahun. Namun akan lebih baik jika Mums terus mendampinginya agar anak selalu merasa mendapat dukungan.
Untuk bagian corat-coret, Mums bisa mulai mengajarkan anak untuk memegang alat tulis dengan benar dan menggambar garis lurus, lingkaran dan bentuk tertentu. Persiapan ini akan berguna untuk motorik anak sehingga anak akan memiliki kemampuan motorik dasar yang baik. Terus dorong kemandiriannya, namun tetap dampingi setiap proses yang dilakukan.

Memang setiap anak akan memiliki fasenya sendiri-sendiri dan tidak dapat disamaratakan.  Ketiga poin di atas hanya merupakan gambaran umum yang ideal, dimana usia dan stimulus tepat bisa diberikan untuk mendukung tumbuh kembang anak.
Untuk menjadikan anak menjadi balita pintar, Mums juga perlu menjamin nutrisinya terpenuhi. Tentu saja, paling sederhana dengan memberikan Friso Gold 3, yang menganduk setiap nutrisi penting yang diperlukan anak. Dengan teknologi Locknutri, Friso Gold 3 dengan teknologi Locknutri yang membantu kualitas Protein di dalam susu ini tetap terjaga dalam kondisi mendekati alami. Jadi, nutrisinya lebih mudah diserap dan dicerna tubuh anak, serta membantunya tumbuh kuat dari dalam. Mums punya pertanyaan terkait nutrisi anak? Silahkan konsultasikan dengan Ahli Nutrisi Alam Friso (ANA) kami yang ada pada situs resmi Friso secara langsung melalui fitur live chat. Berikan Friso Gold 3 untuk anak, demi tumbuh kembang yang optimal!