Lompat ke isi utama
ASI Eksklusif
Pemberian ASI merupakan nutrisi terbaik untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi yang sehat. Pemberian ASI eksklusif selama enam bulan merupakan cara optimal untuk memberi makan kepada bayi. Setelah itu bayi harus menerima makanan pelengkap dengan terus menyusu hingga dua tahun atau lebih. Nutrisi ibu yang baik membantu mempertahankan persediaan dan kualitas ASI yang memadai. Pengenalan pemberian susu botol secara tidak benar, sebagian atau seluruhnya, atau makanan dan minuman pelengkap lainnya dapat memberikan dampak negatif pada proses menyusui, yang mungkin tidak dapat dipulihkan lagi. Konsultasikan dengan dokter Anda dan pertimbangkan implikasi sosial dan finansial sebelum memutuskan untuk menggunakan pengganti ASI atau jika Anda mengalami kesulitan dalam menyusui. Ikuti petunjuk penggunaan, persiapan dan penyimpanan pengganti ASI atau makanan dan minuman komplementer lainnya dengan hati-hati karena penggunaan yang tidak tepat atau tidak diperlukan dapat menimbulkan bahaya terhadap kesehatan.
Susu Formula: Baik atau Buruk untuk Bayi?

Susu Formula: Baik atau Buruk untuk Bayi?

Memberikan susu formula untuk si Kecil mungkin pernah terpikir oleh Mums. Demi mencukupi kebutuhan nutrisi hariannya, segala cara pasti akan diusahakan. Mulai dari merangsang produksi ASI, konsumsi makanan bernutrisi agar ASI yang diproduksi bisa benar-benar berkualitas, hingga penambahan susu formula dalam menu makanan harian. Tapi tahukah Mums bahwa susu formula untuk bayi baru lahir sebenarnya tidak direkomendasikan menjadi pilihan utama?

Idealnya ketika Mums melahirkan si Kecil, secara otomatis tubuh akan memproduksi ASI dalam kurun waktu tertentu guna memenuhi kebutuhan harian si Kecil. Karena merupakan kondisi ideal, terdapat pula beberapa kasus dimana tubuh justru berhenti memproduksi ASI sehingga memaksa Mums untuk memutar otak agar tetap dapat memenuhi kebutuhan nutrisi untuk tumbuh kembangnya. Tentu, makanan padat belum bisa dijadikan pilihan karena organ pencernaan si Kecil belum dapat memproses makanan seperti ini.

Ide untuk memberikan susu formula untuk bayi baru lahir sebenarnya bukan ide yang salah, selama kondisi dan situasi benar-benar mengharuskan demikian. Menurut banyak ahli, ASI tetap menjadi makanan yang paling baik untuk menunjang tumbuh kembang si Kecil pada usia 0 sampai dengan 6 bulan. Hal ini karena ASI memiliki segala nutrisi yang diperlukan serta mengandung antibodi yang dapat memperkuat daya tahan tubuh si Kecil.

Lalu kesimpulannya, susu formula untuk si Kecil yang baru lahir itu baik atau buruk?

Minum Susu Formula atau ASI?

Susu Formula: Baik atau Buruk untuk Bayi?

Sebelum dapat menyimpulkan hal tersebut, mungkin ada baiknya Mums mengetahui beberapa fakta terkait susu formula. Susu formula sendiri memiliki beberapa jenis berbeda, tergantung bahan utama pembuatnya. Ada yang berbahan dasar susu sapi, susu berbahan dasar susu kedelai, susu bebas laktosa, serta susu hipoalergenik. Setiap jenis ini memiliki perbedaan yang wajib dipahami agar Mums tidak salah pilih.

Susu formula yang berasal dari susu sapi memiliki kandungan yang cenderung sama dengan susu sapi. Hanya saja, dilakukan modifikasi yang diperlukan serta dilakukan pengolahan dengan teknologi terkini agar kandungan nutrisi yang ada di dalamnya bisa benar-benar diserap oleh tubuh dengan mudah. Susu formula berbahan dasar susu sapi yang berkualitas, diolah tanpa proses pemanasan berlebih sehingga kandungan nutrisinya tidak rusak. Justru dalam proses pengolahannya, ditambahkan nutrisi pelengkap yang mungkin belum ada pada susu sapi alami.

Untuk susu yang berasal dari susu kedelai, bisa dijadikan opsi ketika si Kecil mengalami intoleransi laktosa. Susu formula berbahan dasar susu kedelai tetap akan memberikan nutrisi yang diperlukan oleh si Kecil untuk tumbuh kembang, karena mengandung kadar lemak jenuh yang rendah. Mungkin Mums berpikiran bahwa lemak akan berdampak buruk. Namun dalam proses tumbuh kembang si Kecil, lemak justru diperlukan untuk membantu melindungi organ penting dan menjadi salah satu sumber energi. Susu formula berbahan dasar susu kedelai juga baik diberikan jika si Kecil mengalami sembelit, karena memiliki kandungan serat nabati yang cukup tinggi.

Pada susu formula bebas laktosa, Mums akan mendapati bahwa susu tersebut tidak mengandung laktosa atau jenis gula yang terkandung di dalam susu. Susu ini mengandung gula yang berasal dari sumber lain, seperti misalnya sirup jagung. Ini mengapa pemberian susu seperti ini harus dengan rekomendasi dokter, sebab dalam jumlah yang berlebihan pemanis yang berasal dari sirup jagung akan memiliki efek yang tidak terlalu baik.

Terakhir, jenis susu formula hipoalergenik, adalah susu yang mengandung Protein yang sudah dipecah dalam bentuk lebih kecil sehingga lebih mudah diserap oleh organ pencernaan si Kecil. Namun bukannya organ pencernaan si Kecil sudah dapat mencerna Protein dari susu yang diberikan? Ya, dalam kondisi ideal hal ini tepat. Namun dalam keadaan si Kecil lahir prematur, maka hal ini mungkin diperlukan mengingat organ pencernaan si Kecil belum benar-benar terbentuk sempurna guna mencerna Protein yang masuk ke dalam tubuhnya.

Melihat penjelasan di atas, ternyata setiap susu formula dapat diberikan pada kondisi yang tepat. Meski pada hakikatnya ASI tetap disarankan menjadi asupan makanan utama selama usia 0 sampai 6 bulan. Karena ASI merupakan makanan alami yang paling sehat. Selain dapat memenuhi asupan nutrisi, pemberian ASI juga dapat memberikan waktu intim antara Mums dan si Kecil yang dapat mempererat hubungan batin antara si Kecil dengan Mums.

Kandungan Susu Formula

Susu Formula: Baik atau Buruk untuk Bayi?

Jika berbicara nutrisi, tentu Mums juga wajib memahami kandungan susu formula sebelum memberikannya pada si Kecil. Susu formula dengan kualitas yang baik memberikan sederet nutrisi lengkap yang dibuat sedemikian rupa sehingga dapat menyerupai nutrisi yang ada di dalam ASI. Sekali lagi, karena susu formula adalah susu alami yang diproses dengan metode tertentu, maka akan ada modifikasi yang dilakukan dengan maksud meningkatkan manfaat susu tersebut.

Susu formula untuk bayi baru lahir idealnya harus memiliki beberapa nutrisi wajib, seperti di antaranya Protein, ALA/LA, Nukleotida, Prebiotik, Asam Folat, Kalsium, Zat Besi, dan Vitamin serta Mineral penting lainnya. Tentu saja kandungan ini idealnya memang sudah ada pada susu sapi. Yang membedakan produk susu formula berkualitas dan pesaingnya adalah bahwa susu formula berkualitas diproses dengan metode canggih yang tidak memberikan pemanasan berlebih pada susu sapi alami, sehingga nutrisi alaminya tetap terjaga dalam kondisi terbaik.

Untuk memastikan kandungan nutrisi ini, Mums dapat melihat pada tabel Angka Kecukupan Gizi yang ada di bagian samping atau belakang box atau kaleng susu formula. Perhatikan detail kandungan serta kadarnya, dan pastikan benar-benar mencukupi kebutuhan nutrisi setiap hari untuk si Kecil.

Tips Pemberian Susu Formula

Susu Formula: Baik atau Buruk untuk Bayi?

Nah, untuk memberikan susu formula untuk bayi baru lahir, ada beberapa tips yang bisa Mums ikuti.

Pertama, perhatikan jumlah susu yang diberikan dan frekuensi pemberian. Idealnya, ketika baru lahir si Kecil memiliki ukuran lambung yang relatif kecil sehingga jumlah susu yang diberikan harus benar benar terukur. Kisaran susu yang diberikan adalah 45 sampai dengan 90 mililiter, dan dalam frekuensi 3 sampai 4 jam sekali. Ukuran ini akan berubah seiring bertambahnya usia si Kecil.

Kedua, pastikan Mums selalu menjaga kebersihan botol si Kecil. Higienitas dalam setiap hal yang disentuh si Kecil merupakan hal wajib mengingat daya tahan tubuh si Kecil belum terbentuk sempurna. Dengan menjaga botol bayi tetap bersih, Mums sudah meminimalisir potensi infeksi virus dan bakteri ke dalam tubuh si Kecil.

Ketiga, membuat susu dengan benar dan menyimpannya sesuai anjuran. Proses pembuatan susu formula yang benar dapat membantu si Kecil menyerap nutrisi yang masuk ke dalam tubuh. Pada waktu yang sama, Mums juga harus menyimpan susu dengan benar agar tidak terjadi kontaminasi pada susu yang disimpan.

Memberikan susu formula untuk si Kecil pada usia awal memang bukan hal yang salah. Namun demikian, hal ini perlu dilakukan dengan pertimbangan yang cermat dan konsultasi dengan dokter kepercayaan. Alih-alih berfokus pada susu formula untuk si Kecil sebelum usia 1 tahun, Mums dapat membantu meningkatkan kualitas ASI dengan konsumsi makanan bernutrisi dan Frisomum Gold Dualcare+. Dengan kandungan nutrisi yang tepat takarannya, Mums dapat mencukupi kebutuhan nutrisi harian sehingga tubuh dapat memproduksi ASI yang berkualitas.