Lompat ke isi utama
Perkembangan Janin

Tahap Perkembangan Janin di Setiap Minggu

Kehamilan menjadi momen yang sangat istimewa. Mums pasti selalu memeriksa perkembangan janin di setiap minggunya untuk memastikan calon buah hati tumbuh dengan sehat di dalam kandungan. Momen ini semakin istimewa karena Mums akan merasakan perasaan-perasaan yang sebelumnya tak pernah dirasakan, suasana hati yang terkadang tak menentu, mual yang cukup mengganggu, badan yang cepat lelah, dan lainnya. Namun, kondisi-kondisi tersebut akan hilang seketika jika Mums mengetahui perkembangan janin yang semakin meningkat.

Setiap Mums yang sedang hamil disarankan untuk mengetahui tahap perkembangan janin sejak awal kehamilan hingga waktunya melahirkan. Ini bertujuan untuk mengetahui kondisi kesehatan janin dan mendeteksi lebih dini bila terjadi gangguan yang tak diinginkan selama masa kehamilan. 

Tahap perkembangan janin dapat dibagi dalam satuan trimester (3 bulan), mulai dari trimester pertama, kedua, dan ketiga. Di awal kehamilan, ada beberapa tanda yang bisa Mums lihat, salah satunya adalah siklus menstruasi yang terlambat. Tanggal terakhir menstruasi atau disebut juga Hari Pertama Haid Terakhir (HPHT) ini digunakan untuk memprediksi perhitungan usia kehamilan. Artinya, minggu pertama kehamilan dihitung sejak HPHT. Pada minggu pertama ini, belum ada janin yang terbentuk di dalam rahim, sehingga biasanya dokter akan menambah 4 minggu dari tanggal HPHT tersebut. 

Memasuki minggu ke-2, Mums akan mengalami ovulasi, yaitu lepasnya sel telur yang sudah matang ke saluran tuba fallopi dan siap dibuahi oleh sperma. Di fase ini, rahim akan mempersiapkan kehamilan dengan mempertebal dinding rahim yang berfungsi sebagai tempat menempelnya embrio. Selanjutnya, perkembangan janin dapat dilihat mulai dari trimester pertama sampai ke-3. Seperti apa perkembangan janin dari setiap trimesternya? Simak penjelasannya dalam artikel ini yuk, Mums!

Perkembangan Janin Trimester Pertama

Memasuki minggu ke-3, perkembangan janin sudah berkembang menjadi bentuk blastokista, yaitu hasil pertemuan sel telur yang telah dibuahi oleh sperma dan berubah menjadi embrio yang menempel dengan sempurna pada rahim. Lapisan terluar dari embrio ini akan membentuk plasenta atau ari-ari. Ukuran embrionya sendiri masih cukup kecil, yaitu sekitar 1,5 mm.

Pada minggu ke-4, perkembangan janin ditandai dengan embrio yang telah membelah. Di tahap ini, jantung pun sudah terbentuk dan mulai berfungsi, serta pembuluh darah pun sudah memiliki aliran darahnya sendiri.

Pada minggu ke-5, perkembangan janin sudah semakin baik lho, Mums. Sistem saraf dan struktur dasar otak sudah terbentuk. Selain itu, bagian tangan juga sudah mulai tumbuh secara bertahap dengan bentuk yang masih abstrak. Bagian mata, telinga, mulut baru akan dibentuk. Di tahap ini, biasanya hormon kehamilan akan meningkat sehingga Ibu hamil akan mengalami gejala-gejala awal kehamilan yang menyebabkan menstruasi terhenti. 

Pada minggu ke-6, perkembangan janin sudah mulai terlihat melengkung seperti huruf C dengan ukuran janin yang sebesar kacang polong atau sekitar 12 mm. Perkembangannya pun terlihat dari bagian mata, hidung, mulut, telinga, serta rahang bawah sudah mulai terbentuk. 

Pada minggu ke-7 perkembangan janin sudah cukup signifikan dengan tanda perkembangan otak yang semakin berkembang. Sistem saraf serta otot pun sudah mulai berfungsi dan jari-jari sudah mulai terlihat. Pada tahap ini, ukuran janin sekitar 19 mm atau seukuran buah kersen.

Pada minggu ke-8 sampai 10, perkembangan janin telah berhasil melalui masa kritis dari proses pembentukan organ dan struktur tubuhnya. Dengan ukuran sekitar 3 cm, janin sudah bisa bergerak dan bentuknya semakin terlihat seperti bayi. 

Pada minggu ke-11 hingga ke-13, otak bayi akan berkembang dengan pesat, ginjalnya mulai mengeluarkan urine, serta jari-jarinya terlihat mengepal seperti ingin meninju. Perkembangan janin atau bayi akan berukuran 8 cm. 

Perkembangan Janin Trimester Kedua

Memasuki trimester kedua, perkembangan janin mencapai 42 gram dan panjangnya sekitar 9 cm atau sebesar kepalan tangan Mums. Pembentukan tulangnya pun semakin kuat dan kemampuan mendengar lebih meningkat. Di minggu ke-14 dan ke-15, bayi telah berukuran sebesar jeruk navel. Di Fase ini, bayi sudah bisa melakukan gerakan menelan dan bernapas. Selain itu, bayi menendang serta menekuk tangan dan kaki. Lalu, pada minggu ke-16 dan ke-17, pembentukan ototnya semakin kuat, serta matanya sudah mulai berfungsi dan bisa bergerak ke kanan dan kiri. Di fase ini, ukuran bayi kurang lebih seukuran telapak tangan Mums.

Pada minggu ke-18 dan ke-19, bayi dalam kandungan semakin aktif. Di fase ini, Mums mungkin akan merasakan gerakan kecil yang disebabkan oleh gerakan bayi saat berputar, meninju, dan menendang. 

Saat minggu ke-20, bayi sudah berukuran sebesar buah blewah dan Mums bisa melihat jenis kelaminnya saat melakukan pemeriksaan USG. Memasuki minggu ke-21, bayi sudah bisa menelan dan merasakan apa yang Mums makan. Lalu, lanjut ke minggu ke-22, indera perasa, penglihatan, pendengaran, dan pengecapan sudah berfungsi. Nah, di fase ini, bayi juga sudah bisa mendengar suara lho, Mums. 

Pada minggu ke-26, bayi mulai bisa menghirup dan mengeluarkan air ketuban atau cairan plasenta yang merupakan pertanda baik. Artinya, bayi sudah bisa berlatih bernafas. Kemudian, di minggu ke-27 bayi sudah bisa membuka dan menutup matanya, menghisap jari-jari, bahkan bisa cegukan. 

Perkembangan Janin Trimester Ketiga

Masuk trimester ke-3, bayi sudah bisa mengedip, tertidur, bahkan bermimpi lho, Mums. Pada minggu ke-29 dan ke-31, berat badan bayi semakin bertambah dan Mums akan merasakan tendangan bayi yang lebih kuat. Memasuki minggu ke-32 dan ke-33, bayi semakin sering berlatih untuk bertahan hidup di luar rahim, misalnya dengan melakukan gerakan menelan, menghisap, menendang, dan bernapas. Pada minggu ke-34, sistem saraf pusat dan paru-paru bayi akan semakin matang. Namun, pergerakannya tidak seheboh di minggu-minggu sebelumnya. 

Minggu ke-36 menandakan tanggal persalinan yang semakin mendekat, posisi bayi pun akan semakin turun ke bagian panggul. Lalu, pada minggu ke-37, Mums akan lebih sering mengalami keputihan dan kontraksi. Biasanya minggu ke-39 atau ke-40 air ketuban Mums akan pecah. Apabila ini terjadi, berarti Mums akan segera melalui proses persalinan. Mums sudah bisa langsung mendatangi dokter atau bidan untuk melahirkan buah hati tercinta. Namun, jika Mums masih belum menunjukkan tanda-tanda akan melahirkan setelah melewati tanggal perkiraan kelahiran bayi, biasanya dokter akan menunggu hingga minggu ke-42. Jika melewati batas waktu ini, sebaiknya konsultasi dengan dokter untuk mendapatkan penanganan khusus mengenai proses persalinan. 

Perkembangan janin akan lebih optimal dengan memenuhi kebutuhan nutrisi yang dibutuhkan selama masa kehamilan. Nutrisi ini tak hanya penting untuk kesehatan Mums, tetapi juga bermanfaat untuk tumbuh kembang janin hingga si Kecil lahir. Oleh karena itu, penting bagi Mums untuk mengonsumsi susu Frisomum Gold Dualcare+ sebagai tambahan nutrisi yang mengandung zat besi, kalsium, ALA/LA, prebiotik, probiotik, dan nukleotida untuk mendukung kesehatan Mums dan si Kecil. Dengan mengonsumsi susu Frisomum Gold Dualcare+ serta diimbangi dengan nutrisi dari makanan bergizi lainnya, maka perkembangan janin pun akan lebih optimal dan sehat hingga memasuki proses persalinan.