Lompat ke isi utama
ASI Eksklusif
Pemberian ASI merupakan nutrisi terbaik untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi yang sehat. Pemberian ASI eksklusif selama enam bulan merupakan cara optimal untuk memberi makan kepada bayi. Setelah itu bayi harus menerima makanan pelengkap dengan terus menyusu hingga dua tahun atau lebih. Nutrisi ibu yang baik membantu mempertahankan persediaan dan kualitas ASI yang memadai. Pengenalan pemberian susu botol secara tidak benar, sebagian atau seluruhnya, atau makanan dan minuman pelengkap lainnya dapat memberikan dampak negatif pada proses menyusui, yang mungkin tidak dapat dipulihkan lagi. Konsultasikan dengan dokter Anda dan pertimbangkan implikasi sosial dan finansial sebelum memutuskan untuk menggunakan pengganti ASI atau jika Anda mengalami kesulitan dalam menyusui. Ikuti petunjuk penggunaan, persiapan dan penyimpanan pengganti ASI atau makanan dan minuman komplementer lainnya dengan hati-hati karena penggunaan yang tidak tepat atau tidak diperlukan dapat menimbulkan bahaya terhadap kesehatan.
Tahukah Mums Setidaknya Ada 5 Penyebab Diare pada Bayi?

Tahukah Mums Setidaknya Ada 5 Penyebab Diare pada Bayi?

Jika si Kecil masih pada periode usia bayi, gangguan pencernaan apa yang paling sering dialaminya? Sebagian besar dari Mums yang membaca artikel ini mungkin akan memiliki jawaban diare. Ya, diare merupakan salah satu gangguan pencernaan paling umum yang diderita oleh bayi. Penyebab diare pada bayi sendiri tidak hanya satu atau dua, namun terdapat beberapa jika dilihat secara cermat.
Setidaknya, diare dapat disebabkan oleh 5 hal, pertama adalah infeksi virus, infeksi bakteri, parasit yang masuk ke organ pencernaan, efek antibiotik hingga alergi yang dialami si Kecil. Masing-masing penyebab tersebut akan dijelaskan secara singkat pada bagian berikut ini. Simak setiap penjelasannya, agar Mums mengetahui apa sikap yang harus diambil untuk menanggulangi serta mencegahnya ya!

Penyebab Diare pada Bayi

  • Infeksi Bakteri
    Beberapa bakteri jahat dapat menginfeksi bayi dari berbagai tempat, mulai dari mainan yang dimilikinya atau berbagai benda lain disekitarnya. Biasanya masalah utama yang jadi penyebabnya adalah kurang higienis dan faktor kebersihan yang kurang diperhatikan. Beberapa bakteri tersebut antara lain Salmonella, Shigella, Staphylococcus, dan E.Coli.
    Diare yang disebabkan oleh beberapa bakteri ini akan menunjukkan gejala yang cukup nampak. Misalnya si Kecil yang rewel karena nyeri di perutnya, demam, serta bercak darah pada feses si Kecil. Ketika sudah muncul bercak darah, sangat direkomendasikan untuk membawa si Kecil ke dokter karena biasanya infeksi sudah melukai bagian dalam organ pencernaan si Kecil.
  • Infeksi Virus
    Infeksi virus juga terkadang dapat menjadi penyebab si Kecil mengalami diare. Tentu, hal ini diakibatkan karena daya tahan tubuh si Kecil kurang kuat sehingga virus mudah menjangkitinya. Virus banyak terdapat di udara dan senantiasa mengancam kesehatan si Kecil jika daya tahan tubuhnya tidak terbentuk dengan sempurna. Beberapa virus yang dapat menyebabkan diare adalah Rotovirus, Adenovirus, Calicivirus, Astrovirus, dan Influenza Dapay.
    Infeksi virus tersebut dapat menyebabkan diare dengan gejala seperti muntah, nyeri pada bagian perut, demam hingga menggigil. Untuk mengatasi diare akibat virus disarankan untuk mengkonsumsi makanan sehat dan obat yang disarankan oleh dokter kepercayaan Mums.
  • Parasit
    Infeksi parasit seperti Giardiasis juga bisa menjadi salah satu penyebab mengapa si Kecil mengalami diare. Ketika terjangkit parasit jenis ini, si Kecil akan mengalami kembung akibat adanya gas yang berlebihan di dalam perut. Hal ini akan memicu terjadinya diare karena organ pencernaan tak dapat bekerja dengan optimal.
    Infeksi parasit juga disarankan untuk menanggulanginya dengan obat yang direkomendasikan dokter. Mungkin ada beberapa tips agar Mums dapat menghilangkan kembung yang dialami si Kecil. Namun untuk menghilangkan atau membunuh parasit yang sudah masuk ke tubuh si Kecil, akan lebih ampuh dengan menggunakan obat.
  • Efek Antibiotik
    Pada beberapa kasus, diare pada bayi juga dapat disebabkan oleh kandungan antibiotik pada obat yang dikonsumsi si Kecil. Hal ini dapat dengan mudah dideteksi ketika si Kecil mengalami diare setelah mengkonsumsi obat yang diberikan untuk gangguan kesehatan tertentu.
    Untuk mengatasi dan mencegahnya, Mums dapat memastikan dengan berkonsultasi dengan dokter kepercayaan Mums. Kandungan obat, kandungan antibiotik serta kondisi tubuh si Kecil, harus dikonsultasikan pada dokter sehingga obat yang diberikan tidak akan menimbulkan efek gangguan kesehatan lain pada si Kecil.
  • Alergi Makanan
    Mungkin lebih tepat jika disampaikan dengan frasa alergi laktosa, karena pada usia bayi si Kecil biasanya hanya mengkonsumsi ASI dan mungkin tambahan susu bayi untuk mendukung kecukupan kebutuhan nutrisi hariannya. Nah, yang menjadi masalah, tidak semua bayi dapat menyerap dan mengolah laktosa yang ada pada susu bayi dengan sempurna.
    Beberapa bayi memiliki kondisi intoleransi laktosa yang menyebabkan susu yang masuk tak dapat dicerna sempurna. Ini akan mengakibatkan gangguan pada sistem pencernaannya, yang paling sederhana adalah kembung, sehingga memicu terjadinya diare pada bayi.

Efek Diare untuk Tumbuh Kembang

Diare mungkin adalah penyakit atau gangguan pencernaan paling umum yang terjadi. Namun demikian ini tidak berarti Mums dapat menyepelekan diare. Diare menyebabkan si Kecil buang air besar secara tidak wajar, dan beresiko membuang semua asupan makanan dan nutrisi yang sudah masuk ke dalam tubuhnya. Ini tentunya akan mengganggu proses tumbuh kembangnya pada periode emas.
Diare harus disikapi dengan respon cepat dan tanggap. Ketika si Kecil mengalami diare, Mums harus cepat mengetahui apa penyebabnya dan menemukan solusinya. Tentu untuk pencegahan, Mums dapat memastikan higienitas dan kebersihan di lingkungan rumah selalu terjaga sehingga meminimalisir resiko si Kecil terjangkit virus, parasit atau bakteri jahat.

Penyebab diare pada bayi, seperti yang sudah disampaikan pada artikel di atas, berasal dari banyak faktor. Menjaga kebersihan jadi kunci utama dalam proses pencegahannya. Selain itu, ketika si Kecil mengalami diare, jangan ragu untuk membawanya ke dokter guna mendapatkan penanganan medis yang cepat ya, Mums.