Lompat ke isi utama
ASI Eksklusif
Pemberian ASI merupakan nutrisi terbaik untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi yang sehat. Pemberian ASI eksklusif selama enam bulan merupakan cara optimal untuk memberi makan kepada bayi. Setelah itu bayi harus menerima makanan pelengkap dengan terus menyusu hingga dua tahun atau lebih. Nutrisi ibu yang baik membantu mempertahankan persediaan dan kualitas ASI yang memadai. Pengenalan pemberian susu botol secara tidak benar, sebagian atau seluruhnya, atau makanan dan minuman pelengkap lainnya dapat memberikan dampak negatif pada proses menyusui, yang mungkin tidak dapat dipulihkan lagi. Konsultasikan dengan dokter Anda dan pertimbangkan implikasi sosial dan finansial sebelum memutuskan untuk menggunakan pengganti ASI atau jika Anda mengalami kesulitan dalam menyusui. Ikuti petunjuk penggunaan, persiapan dan penyimpanan pengganti ASI atau makanan dan minuman komplementer lainnya dengan hati-hati karena penggunaan yang tidak tepat atau tidak diperlukan dapat menimbulkan bahaya terhadap kesehatan.
Tips Agar Si Kecil Mau Makan Camilan Anak yang Sehat

Tips Agar Si Kecil Mau Makan Camilan Anak yang Sehat

Camilan anak atau snack sehat untuk anak sangatlah penting seperti halnya sarapan dan makanan utama. Namun tidak jarang anak-anak menolak atau sulit diberikan makanan camilan anak yang sehat.

Camilan anak sendiri menjadi penting karena sekitar sepertiga kalori harian untuk memenuhi gizi anak sekolah diperoleh dari camilan. Beberapa cara bisa Mums lakukan agar si kecil mau makan camilan anak yang sehat untuk mendukung tumbuh kembangnya. Beberapa di antaranya adalah membuat camilan anak dari berbagai resep snack.

Manfaat camilan anak sehat untuk tumbuh kembang anak

Anak-anak mungkin tidak akan makan banyak dalam satu waktu karena perut mereka berukuran lebih kecil, tetapi frekuensi makannya biasanya lebih sering. Sebelum mengetahui lebih jauh tentang camilan anak yang sehat seperti apa, ada baiknya jika Mums mengetahui lebih dulu tentang manfaat camilan anak yang sehat bagi tumbuh kembang si kecil.

Berdasarkan sebuah artikel yang dimuat di laman Kids Health, anak di usia sekolah memiliki serentetan kegiatan yang semakin bervariasi. Sebagai contoh, anak akan sibuk mengerjakan pekerjaan rumah saat pulang dari sekolah, mengikuti berbagai macam les, berolahraga, dan lainnya.

Biasanya, anak makan camilan pada pagi dan sore hari. Camilan anak dimakan pada pagi hari beberapa jam setelah sarapan atau sebelum makan siang.

Sementara snack sehat untuk kedua kalinya akan dimakan oleh anak pada sore hari sebelum anak makan malam. Camilan di sore hari biasanya dibutuhkan untuk membuatnya tetap fokus mengerjakan pekerjaan rumah, bermain, dan mengganjal perut sebelum tiba waktunya makan malam.

Berikan camilan dengan panduan sebagai berikut:

  • Berikan dengan porsi sesuai usia anak. Salah satu peraturan pemberian porsi makan untuk batita yang baik untuk diikuti adalah pemberian 1 sendok makan cemilan per tahun usia anak. Jadi jika anak berusia 2 tahun, berikan 2 sendok makan cemilan di antara waktu makannya.
  • Berikan antara waktu makan. Anak boleh makan cemilan setiap 3-4 jam dengan catatan anak mengemil karena merasa lapar bukan sedang bosan atau lapar mata. Jangan biarkan anak mengemil menjelang makan utama.
  • Waspadai jenis makanan tertentu yang dapat menyebabkan anak-anak tersedak. Makanan tertentu mempunyai tekstur, bentuk dan ukuran yang bisa menyebabkan anak-anak tersedak.

Jika Si Kecil Masih Sulit Makan Camilan Anak

Jika cara-cara di atas ternyata tidak ampuh untuk membuat anak mau makan camilan anak yang sehat dan anak hanya mau camilan tertentu yang tidak sehat, berikut beberapa cara yang bisa Mums lakukan. 

Rencanakan pemberian camilan anak

Anak biasanya akan memakan makanan apa saja yang dekat dan mudah untuk diambil. Jadi, pastikan Mums selalu menyimpan dan menyediakan makanan dan camilan anak yang bergizi. Selain itu, rencanakan dan buatlah jadwal agar anak-anak dapat makan camilan anak sekitar dua jam sebelum makan besar.

Hidangkan camilan anak dengan cara yang bervariasi

Cara selanjutnya untuk membuat si kecil makan camilan anak adalah buat variasi dalam penyajian. Sajikan buah dengan cara yang menarik untuk menarik minat anak-anak. Potong makanan dengan bentuk yang lucu dan ukuran kecil agar dapat langsung dimakan. Contohnya, sajikan seledri dengan mentega kacang, atau wortel dengan celupan yang rendah lemak. Tawarkan crackers rasa keju dengan beberapa variasinya. Potong sayuran dengan bentuk yang berbeda agar kelihatan lebih menarik.

Gunakan pendekatan “personal”

Anak-anak suka sekali makan sesuatu yang mereka buat sendiri. Ajak mereka untuk mencari resep cemilan dari buku resep atau dari internet. Bantu mereka untuk membuat daftar belanja dan berbelanja bahan-bahan yang sesuai dengan isi resepnya. Mereka akan senang sekali diajak membuat cemilan sesuai dengan resep baru itu, dan mereka akan dengan gembira makan sesuatu yang dibuat sesuai dengan kreasi mereka.

Jangan putus asa jika anak sangat pemilih

Orang tua dan pengasuh tidak boleh memaksa bila anak menolak cemilan, terutama yang belum dikenalnya. Tawarkan dulu dalam porsi kecil. Setelah beberapa kali ditawarkan, biasanya anak akan mulai menyukai cemilan yang baru dikenalnya itu. Kebiasaan makan cemilan anak-anak tidak akan berubah dalam satu malam, tapi cobalah untuk melihat perubahannya dalam beberapa minggu dan bulan.

Resep camilan anak yang lezat dan sehat

Setelah mengetahui betapa pentingnya camilan anak yang sehat untuk si kecil yang sedang dalam masa pertumbuhan, tidak ada salahnya untuk mencoba kreasi resep camilan anak.

Selain itu, dengan mempraktekkan beberapa resep camilan atau camilan anak sekolah ini, si kecil juga bisa menjadi lebih tertarik untuk makan dan mengenal jenis makanan baru. Camilan diharapkan juga dapat membantu masalah anak susah makan terlebih bila Anda memberikan vitamin untuk anak.

Resep camilan anak: Mi schotel

Bahan-bahan:

  • 100 gram mie kering
  • 2 buah sosis sapi
  • 1 batang wortel
  • 1 buah bawang bombay
  • 4 siung bawang putih
  • 1/2 sdt merica bubuk/ lada
  • 250 ml susu cair
  • 2 sdm tepung terigu
  • 1 sdm mentega
  • 3 butir telur ayam
  • Keju parut secukupnya
  • Garam secukupnya
  • Daun oregano secukupnya

Cara membuatnya:

  • Rebus mi hingga setengah matang, lalu tiriskan, dan sisihkan. 
  • Panaskan wajan menggunakan mentega.
  • Tumis potongan bawang bombay dan bawang putih. Tambahkan lada dan garam. 
  • Setelah harum, masukkan sosis dan masak hingga matang. 
  • Tuangkan terigu ke dalam wadah dan campurkan bersama susu cair. 
  • Aduk adonan tidak sampai menggumpal dan masukkan ke dalam tumisan. 
  • Tuang campuran adonan tersebut ke dalam wadah yang berisi campuran mi dan aduk rata.
  • Jika adonan sudah terasa kasar, matikan kompor dan masukkan telur yang sudah dikocok.
  • Aduk sampai rata. 
  • Letakkan semua tumisan pada wajan atau teflon dan masak sampai padat. 
  • Taburi dengan keju dan oregano. 
  • Panggang adonan selama 15 menit sampai warnanya menguning. 
  • Sajikan hangat-hangat.

Martabak mini brokoli

Bahan-bahan:

  • 1 cangkir brokoli cincang halus
  • 3 butir telur
  • 3 sendok makan susu bubuk
  • 1/4 keju parut
  • garam dan lada

Cara membuat:

  • Kukus brokoli sekitar sebentar agar lebih lunak.
  • Campurkan brokoli yang telah matang ke dalam adonan telur, kemudian tambahkan parutan keju serta sedikit garam dan lada.
  • Aduk rata dan tuangkan adonan ke dalam loyang kue yang sudah diberi minyak.
  • Panggang adonan dalam microwave selama 20 menit hingga matang dan warnanya tampak kecokelatan.

Selain memastikan si kecil mendapat camilan anak yang sehat, Mums bisa memberikan susu Friso Gold 3 sebagai pelengkap nutrisi untuk si kecil. Dengan teknologi Locknutri, kualitas alami nutrisi akan terjaga dan lebih mudah diserap tubuh si Kecil. Ini akan membantu si Kecil agar kuat dari dalam serta mampu terhindar dari resiko gangguan saluran pencernaan.

Sample Friso Gold

Selamat datang! Apakah Mums ingin mencoba Free Sample dari Friso?

Daftar Sekarang