Lompat ke isi utama
ASI Eksklusif
Pemberian ASI merupakan nutrisi terbaik untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi yang sehat. Pemberian ASI eksklusif selama enam bulan merupakan cara optimal untuk memberi makan kepada bayi. Setelah itu bayi harus menerima makanan pelengkap dengan terus menyusu hingga dua tahun atau lebih. Nutrisi ibu yang baik membantu mempertahankan persediaan dan kualitas ASI yang memadai. Pengenalan pemberian susu botol secara tidak benar, sebagian atau seluruhnya, atau makanan dan minuman pelengkap lainnya dapat memberikan dampak negatif pada proses menyusui, yang mungkin tidak dapat dipulihkan lagi. Konsultasikan dengan dokter Anda dan pertimbangkan implikasi sosial dan finansial sebelum memutuskan untuk menggunakan pengganti ASI atau jika Anda mengalami kesulitan dalam menyusui. Ikuti petunjuk penggunaan, persiapan dan penyimpanan pengganti ASI atau makanan dan minuman komplementer lainnya dengan hati-hati karena penggunaan yang tidak tepat atau tidak diperlukan dapat menimbulkan bahaya terhadap kesehatan.
Tips Anak yang Susah Minum Susu

Tips Anak yang Susah Minum Susu

Anak susah minum susu tentu menjadi permasalahan tersendiri bagi orang tua. Bagi sebagian besar orang, susu sudah sama-sama diketahui merupakan bagian dari menu empat sehat lima sempurna yang memiliki banyak sekali manfaat untuk sang anak. Susu memiliki kandungan utama kalsium yang sangat baik untuk pertumbuhan tulang dan gigi anak. Dari semenjak anak baru lahir hingga dewasa, susu baik itu dari ASI, susu formula, maupun susu sapi menjadi salah satu konsumsi yang berperan penting dalam menunjang tumbung kembang sang anak.

Sayangnya tidak semua anak senang minum susu. Beberapa anak susah minum susu dengan berbagai macam alasan mulai dari tidak suka dengan rasanya, tidak suka dengan baunya, atau bahkan tidak jarang anak susah minum susu tanpa alasan apapun yang cukup jelas. Nah, mengingat pentingnya kebutuhan kalsium untuk membantu pertumbuhan si kecil, mau tidak mau orang tua harus menyiasati anak susah minum susu kan ya? Maka dari itu, yuk simak info tips berikut untuk mencari tahu lebih banyak mengapa anak susah minum susu serta tips mengatasinya.

Seberapa Penting Minum Susu

Setiap anak membutuhkan susu. Kalsium memiliki peran yang sangat penting dalam menunjang pertumbuhan tulang anak utamanya di umur 9 sampai 18 tahun ketika mereka sedang tumbuh dengan cepat-cepatnya. Sampai umur 20-an, tulang anak akan terus berkembang sebelum akhirnya massa tulang mereka mencapai kondisi maksimal. Semakin bagus tulang anak terbentuk pada masa perkembangan ini, semakin kecil resikonya bagi anak untuk terkena osteoporosis pada usia lanjut.

Kebutuhan kalsium tersebut perlu dipenuhi sehari-hari. Anak yang berumur dibawah enam bulan membutuhkan kalsium sekitar 200 mg setiap harinya. Anak yang berumur 6-12 bulan membutuhkan konsumsi kalsium sekitar 260 mg setiap hari. Anak berumur 1-3 tahun membutuhkan konsumsi susu sekitar 700 mg setiap harinya. Anak berumur 4-8 tahun membutuhkan konsumsi kalsium sekitar 1000 mg perhari. Sementara anak 9-18 tahun membutuhkan konsumsi kalsium sekitar 1300 mg setiap harinya,

Bahkan bagi orang dewasa, kalsium juga merupakan asupan yang perlu dipenuhi untuk menjaga kesehatan tulang. Anak susah minum susu tentunya akan memiliki permasalahan tersendiri, Orang tua anak susah minum susu perlu mencari cara bagaimana baiknya agar dapat membujuk anak mau minum susu. Namun perlu juga diperhatikan, beberapa anak ditemukan memiliki kondisi laktosa intoleran. Laktosa intoleran merupakan kondisi dimana perut tidak dapat menerima susu. Bagi orang yang memiliki laktosa intoleran, minum susu akan membuat mereka merasa eneg, mual, kembung, sakit perut, hingga diare.

Beda lagi dengan laktosa intoleran, beberapa orang juga memiliki permasalahan alergi susu. Bedanya, anak susah minum susu yang disebabkan oleh alergi susu akan langsung merasakan dampak alergi setelah mereka minum susu. Gejalanya adalah mual, sesak nafas, hingga muntah. Jika orang tua menduga anak susah minum susu karena salah satu dari masalah ini orang tua dapat membedakannya melalui kapan efek penolakan susu terjadi. Alergi pada susu akan memiliki efek secara langsung sementara laktosa intoleran membutuhkan waktu yang lebih lama.

Membujuk Anak Susah Minum Susu

Bagi anak susah minum susu dan tidak memiliki gejala laktosa intoleran maupun alergi susu, orang tua dapat mencoba membujuk mereka untuk lebih rajin mengkonsumsi susu. Cara pertama yang dapat dilakukan orang tua untuk mengatasi anak susah minum susu adalah dengan mengintegrasikan susu ke dalam menu makan anak. Sering kali, anak susah minum susu karena minum susu mengganggu aktivitas mereka sangat tengah asik bermain atau lainnya. Dengan menyajikan susu bersamaan dengan waktu makan, orang tua dapat menyiasati kebutuhan minum anak saat makan dan menggantinya dengan susu. Dengan memberikan susu pada waktu makan, anak akan merasa konsumsi susu sebagai bagian dari aktivitas sehari-hari mereka ketimbang suatu kewajiban yang hanya mengganggu waktu bermain.

Orang tua juga dapat mencoba memberikan susu dengan berbagai macam pilihan rasa untuk membantu anak mengatasi ketidak sukaannya kepada rasa susu. Saat ini susu sudah banyak ditemukan dengan berbagai macam rasa yang umumnya disukai oleh anak-anak mulai dari rasa madu, rasa buah, hingga rasa coklat.

Cara lain menyiasati anak susah minum susu adalah dengan menyajikannya dengan makanan lain yang disukai anak. Orang tua dapat menyajikan susu bersamaan dengan sereal. Sereal biasanya memiliki rasa enak yang sangat disukai oleh anak-anak. Beberapa sereal juga memiliki bentuk yang unik yang semakin menambah minat anak dalam mengkonsumsinya. Selain sereal, susu juga bisa disajikan dengan roti seperti roti bayi, hingga tambahan minuman lain yang memiliki rasa yang disukai anak.

Mum dapat memberikan susu Friso Gold 3 sebagai pilihan tepat untuk si buah hati. Friso Gold 3 memiliki rasa enak yang disesuaikan dengan kesukaan anak pada umumnya. Friso yang dibuat dengan teknologi Locknutri tetap menjaga kualitas alami nutrisi sehingga lebih mudah diserap tubuh si Kecil. Ini akan membantu si Kecil agar kuat dari dalam dan selalu sehat.

Cara ketiga untuk menyiasati anak susah minum susu adalah dengan memberikan produk olahan susu. Produk olahan susu yang mungkin lebih disukai anak misalnya adalah keju, yogurt, mentega, hingga es krim. Produk olahan susu memiliki kandungan kalsium yang kurang lebih sama dengan susu oleh karena sama baik dan sama pentingnya bagi anak. Jika anak benar-benar menolak minum susu, produk olahan susu dapat menjadi alternatif bagi kebutuhan kalsium anak karena bagaimanapun produk olahan susu memiliki kandungan kalsium yang jauh lebih banyak dibanding makanan lain.

Anak Memiliki Alergi Susu atau Laktosa Intoleran

Bagi anak susah minum susu yang disebabkan karena memiliki alergi atau laktosa intoleran, mau tidak mau orang tua harus memberikan makanan alternatif. Selain susu, beberapa makanan lain juga memiliki kandungan kalsium meskipun tidak sebanyak produk olahan susu. Beberapa makanan alternatif yang mengandung kalsium diantaranya adalah susu kedelai, jus orange, ikan salmon, hingga brokoli.

Selain memenuhi kebutuhan kalsium, orang tua juga perlu memperhatikan terpenuhinya kebutuhan vitamin D anak. Vitamin D memiliki peran penting dalam membantu tubuh menyerap kalsium dengan maksimal. Jika kebutuhan vitamin D tidak tercukupi, maka konsumsi susu anak tidak akan terasa maksimal meskipun banyak. Vitamin D bisa didapatkan melalui makanan seperti daging atau telur. Bagi anak kecil, terkena langsung paparan sinar matahari di pagi hari dapat membantu pemenuhan kebutuhan vitamin D mereka,

Itulah beberapa tips yang dapat diterapkan orang tua untuk menyikapi anak susah minum susu. Kesadaran orangtua akan pentingnya pemenuhan gizi dan nutrisi anak memegang peran penting dalam proses pertumbuhan si anak.

Jika tidak terpenuhi dengan baik, anak tidak hanya memiliki masalah dalam perkembangannya secara fisik namun juga perkembangannya secara mental dan intelektual. Oleh karena selama masa pertumbuhan, jangan ragu untuk sedikit menekankan pada anak pentingnya mengkonsumsi makanan dan minuman tertentu utamanya susu. Semakin dewasa, nantinya anak akan ikut menyadari pentingnya memenuhi kebutuhan nutrisi mereka sendiri. Tanpa adanya persistensi yang diterapkan oleh orang tua sejak kecil anak akan susah menyadari pentingnya pemenuhan gizi dan nutrisi, yang membuat mereka menjadi anak yang suka memilih-milih makanan.