Lompat ke isi utama
ASI Eksklusif

Pemberian ASI merupakan nutrisi terbaik untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi yang sehat. Pemberian ASI eksklusif selama enam bulan merupakan cara optimal untuk memberi makan kepada bayi. Setelah itu bayi harus menerima makanan pelengkap dengan terus menyusu hingga dua tahun atau lebih.

Nutrisi ibu yang baik membantu mempertahankan persediaan dan kualitas ASI yang memadai.

Pengenalan pemberian susu botol secara tidak benar, sebagian atau seluruhnya, atau makanan dan minuman pelengkap lainnya dapat memberikan dampak negatif pada proses menyusui, yang mungkin tidak dapat dipulihkan lagi.

Konsultasikan dengan dokter Anda dan pertimbangkan implikasi sosial dan finansial sebelum memutuskan untuk menggunakan pengganti ASI atau jika Anda mengalami kesulitan dalam menyusui.

Ikuti petunjuk penggunaan, persiapan dan penyimpanan pengganti ASI atau makanan dan minuman komplementer lainnya dengan hati-hati karena penggunaan yang tidak tepat atau tidak diperlukan dapat menimbulkan bahaya terhadap kesehatan.

Tips Jitu untuk  Menghadapi si Kecil yang Hiperaktif

Tips Jitu untuk Menghadapi si Kecil yang Hiperaktif

Memiliki anak yang aktif dan suka bergerak tentu menyenangkan. Selain gerak yang dilakukannya bisa menjadi latihan untuk kekuatan badan, hal itu juga dapat merangsang tumbuh kembang fisik dan koordinasi anggota bagian tubuhnya. Namun demikian, orang tua harus peka mendeteksi gerak yang berlebihan. Bisa jadi si Kecil mengalami kondisi hiperaktif. Selain mengetahui sebabnya, orang tua juga harus memahami bagaimana menghadapi si Kecil yang hiperaktif dengan baik.

Hiperaktivitas sendiri merupakan kondisi dimana si Kecil memiliki aktivitas fisik yang berlebihan. Kondisi ini juga membuat si Kecil memiliki kecenderungan untuk sulit mendengarkan dan mematuhi apa yang dikatakan orang tuanya. si Kecil tidak dapat duduk diam atau tenang untuk waktu yang lama, sehingga ia akan terus menerus melakukan sesuatu bahkan hingga tidak terkontrol.

Beberapa tanda yang bisa dilihat secara kasat mata adalah si Kecil terus bergerak secara berlebihan dan terlihat tidak pernah lelah. Kemudian si Kecil memiliki sifat agresif dan berbicara dengan nada tinggi tanpa penyebab jelas. si Kecil yang impulsif juga bisa jadi tanda bahwa si Kecil tersebut mengalami hiperaktivitas. Yang terakhir adalah fokus yang tidak dapat dijaga dan sering berganti aktivitas.

Penyebab Hiperaktivitas

Secara klinis, terdapat empat hal yang dapat menyebabkan kondisi hiperaktivitas ini sendiri. Kondisi ini bukan merupakan penyakit, dan juga bisa menjadi tanda bahwa si Kecil sedang menderita penyakit mental atau fisik. Jadi hiperaktif sendiri merupakan tanda dari penyakit tertentu.

Penyebab paling umum dari kondisi ini adalah ADHD atau Attention Deficit Hyperactivity Disorder, Hipertiroidisme yang berkaitan dengan kelenjar Tiroid, gangguan pada bagian otak dan syaraf pusat serta gangguan psikologis pada si Kecil. Sebenarnya penyebab ini perlu dipastikan secara medis. Maka ketika orang tua melihat si Kecil sudah berkecenderungan seperti yang dijelaskan tadi, sebaiknya segera dibawa ke dokter anak secepatnya.

Menghadapi Hiperaktivitas pada si Kecil

Pada skala kecil sebenarnya kondisi ini tidak terlalu merepotkan. Orang tua hanya perlu mendampingi si Kecil dan senantiasa mengontrol perilaku dan kegiatan si Kecil . Selain itu, orang tua bisa menyalurkan kondisi ini pada aktivitas yang memang memerlukan gerak tubuh intens dan tenaga yang banyak.

Tujuannya adalah agar si Kecil bisa menyalurkan kondisi ini pada tempat yang tepat dan menjadi hal produktif. Meski demikian, orang tua juga sebaiknya berkonsultasi dengan dokter atau ahli kesehatan yang dipercaya, sehingga kondisi ini bisa dikurangi perlahan-lahan. Terdapat kelebihan dan kekurangan yang harus dihadapi untuk si Kecil yang hiperaktif ini.

Pengawasan yang lebih ketat perlu dilakukan ketika si Kecil mulai tumbuh besar dan bermain dengan lingkungan baru. Emosi si Kecil yang kurang stabil bisa menyebabkan berbagai masalah ketika bersinggungan dengan orang lain. Selain itu, jika aktivitas si Kecil tidak dapat dikontrol bisa merugikan orang lain yang berada di sekitarnya.

Orang tua berperan besar pada kontrol yang diberikan kepada si Kecil yang mengalami kondisi ini. Teguran dan pembiasaan ketika berada di lingkungan rumah jadi solusi pertama dan paling awal untuk menghadapi si Kecil yang hiperaktif. Tentu saja, orang tua juga harus kompak untuk menjaga agar kondisi yang dialami si Kecil tidak memburuk dan berangsur-angsur membaik.

Asupan Nutrisi yang Memadai

Seperti dengan kondisi semua si Kecil pada umumnya, masa tumbuh kembang si Kecil tetap harus menjadi fokus utama. Tubuh si Kecil memerlukan nutrisi yang cukup untuk senantiasa tumbuh dan berkembang secara efektif. Berada dalam kondisi hiperaktif tidak kemudian menjadi alasan untuk mengurangi asupan nutrisinya.

Justru sebaliknya, karena si Kecil yang memiliki aktivitas intens, orang tua harus memberikan nutrisi dengan jumlah yang memadai. Sisi positif dari hiperaktif adalah si Kecil menjadi banyak bergerak. Gerakan yang intens dilakukan akan menjadi latihan baik bagi tubuhnya dalam mengkoordinasikan bagian tubuh, serta merangsang pertumbuhan fisiknya.

Asupan makanan kaya protein dan karbohidrat harus selalu diberikan agar si Kecil tidak mengalami kelelahan dan jatuh sakit. Selain itu, konsumsi buah dan sayuran juga tetap wajib ada, demi terpenuhinya nutrisi yang diperlukan. Dengan konsumsi nutrisi yang cukup, tumbuh kembangnya akan terjamin serta daya tahan tubuhnya juga akan berada pada kondisi prima.

Gerak aktif si Kecil yang berada dalam kondisi khusus tidak dapat dipungkiri akan meningkatkan resiko terjangkit virus atau penyakit. Ini mengapa daya tahan tubuh menjadi penting untuknya. Kondisi hiperaktif membutuhkan waktu untuk membaik. Jadi selama si Kecil berproses, orang tua harus senantiasa menjamin keterpenuhan nutrisi yang diperlukan agar proses tumbuh kembang dan daya tahan tubuh selalu optimal.

Asupan nutrisi tambahan, bisa didapat dari susu seperti Friso Gold 4 untuk si Kecil berusia 3 hingga 12 tahun. Tidak seperti susu lain yang tidak menjaga susu dalam kondisi alami untuk nutrisi di dalamnya, Friso Gold 4 memiliki teknologi Locknutri yang membantu kualitas Protein di dalam susu ini tetap terjaga dalam kondisi mendekati alami. Jadi, nutrisinya lebih mudah diserap dan dicerna tubuh si Kecil, serta membantunya tumbuh kuat dari dalam. Mum bisa berkonsultasi dengan Ahli Nutrisi Alami atau ANA melalui situs resmi Friso secara langsung jika ada yang ingin ditanyakan mengenai nutrisi si Kecil.