Lompat ke isi utama
Kemampuan Kognitif

Tips Menstimulasi Kemampuan Kognitif Anak Usia Dini

Kemampuan kognitif anak yang diasah sejak lahir dapat menentukan kesuksesannya di masa depan. Yuk, ketahui tipsnya di sini!

Kemampuan kognitif anak usia dini meliputi bagaimana ia mampu mencari tahu, berpikir, dan mengeksplorasi sesuatu yang ada di sekitarnya. Perkembangan kognitif ini nantinya akan berpengaruh terhadap pengetahuan, keterampilan (skill), proses pemecahan masalah (problem solving), dan watak anak, sehingga dapat membentuk dasar kesuksesannya di masa mendatang. 

Kemampuan Kognitif Anak Berdasarkan Usia 

Penting bagi Mums untuk memahami tahap perkembangan kognitif anak sejak lahir. Sebab, tahap perkembangan kognitif ini akan terus berlanjut seiring pertambahan usia anak. Dengan mengetahui kemampuan kognitif anak berdasarkan usia, maka Mums juga dapat mengetahui stimulasi yang tepat. 

Berikut ini tahap perkembangan kognitif dan cara menstimulasinya berdasarkan usia anak: 

  • Sejak lahir hingga usia 3 bulan

    3 bulan pertama kehidupan bayi merupakan tahapan yang cukup menakjubkan lho, Mums. Perkembangan utama bayi pada usia ini berpusat pada eksplorasi panca indera dan lingkungan di sekitarnya. Selama rentang usia ini, sebagian besar bayi mulai menunjukkan perkembangan seperti berikut ini: 

    • Mulai melihat dan fokus pada objek yang bergerak
    • Sudah bisa melihat benda dengan lebih jelas dalam jarak 30 cm
    • Mulai mengenali rasa manis, asin, pahit, dan asam
    • Mendeteksi perbedaan nada dan volume suara saat berbicara

    Tips stimulasi kemampuan kognitif: Meskipun bayi terlihat belum mengerti apa yang Mums bicarakan atau lakukan, tetapi sebenarnya otak bayi sedang berkembang dan menerima hal-hal di sekitarnya. Oleh karena itu, Mums dapat menstimulasi kemampuan kognitif bayi dengan mengajaknya berbicara, bermain cilukba, memainkan mainan dengan warna mencolok, serta membacakan dongeng. 

  • Usia 3-6 bulan

    Memasuki rentang usia 3-6 bulan, proses seorang bayi mengetahui berbagai hal di sekitarnya sudah semakin berkembang. Selama periode ini, sebagian besar bayi mulai menunjukkan beberapa perkembangan berikut ini:

    • Mengenali wajah anggota keluarga terdekatnya, termasuk Mums
    • Menanggapi ekspresi wajah orang yang berinteraksi dengannya
    • Mengenali dan menanggapi suara di sekitarnya
    • Mulai belajar untuk menirukan ekspresi wajah orang lain

    Tips stimulasi kemampuan kognitif: Sama seperti periode sebelumnya, Mums juga bisa menstimulasi kemampuan kognitif bayi usia 3-6 bulan dengan mengajaknya berinteraksi, berikan tanggapan terhadap ocehannya, tummy time, membacakan buku, bermain dengan mainan edukasi, dan mendengarkan lagu yang membuat bayi rileks. 

    Baca juga: Peran Anak dalam Keluarga yang Perlu Mums Ketahui

  • Usia 6-9 bulan

    Setelah usianya memasuki rentang 6-9 bulan, biasanya sebagian besar bayi menunjukkan perkembangan berikut ini:

    • Memahami perbedaan antara benda hidup dan benda mati
    • Mulai aktif bergerak dengan cara merangkak, berguling, dan sejenisnya
    • Mulai penasaran dengan berbagai hal di sekitarnya
    • Mengenali perbedaan gambar 
    • Tangan bayi mulai aktif untuk meraih suatu benda yang menarik perhatiannya

    Tips stimulasi kemampuan kognitif: Kenalkan bayi dengan peralatan menggambar, membacakan dongeng, bermain mainan edukasi, ajak ia untuk lebih aktif bergerak, dan lain sebagainya.

  • Usia 9-12 bulan 

    Seiring dengan pertumbuhan fisik anak yang meningkat, maka kemampuan kognitifnya pun semakin matang. Hal ini disebabkan oleh pertumbuhan fisik yang dapat mendukungnya untuk mengeksplorasi berbagai hal di sekitarnya dengan lebih aktif. Pada rentang usia ini, perkembangan bayi dapat terlihat dari tanda berikut ini:

    • Menirukan gerakan dan beberapa tindakan, salah satunya tepuk tangan
    • Menanggapi sesuatu dengan gestur dan suara
    • Memainkan mainan yang menarik perhatiannya
    • Semakin aktif bergerak
    • Mulai menempatkan satu benda, misalnya memasukkan mainan ke keranjang

    Tips stimulasi kemampuan kognitif: Ajarkan anak untuk mengelompokkan benda, mengenali huruf dan angka, bermain mainan edukasi yang menarik perhatiannya, membacakan buku cerita, lebih aktif bergerak dengan bermain bersama, latih anak dengan kebiasaan sederhana, misalnya makan dengan tangan kanan. 

  • Usia 1-2 tahun

    Pada rentang usia 1-2 tahun, kemampuan kognitif, sosial, dan fisik anak semakin berkembang pesat. Selama periode ini, sebagian besar anak akan mengamati dan meniru setiap tindakan orang di sekitarnya, termasuk tindakan Mums. Oleh karena itu, sangat penting bagi Mums untuk memberikan contoh yang baik kepadanya. Berikut ini beberapa kemampuan kognitif dan motorik anak di usia 1-2 tahun: 

    • Memahami dan menanggapi kata-kata yang dilontarkan oleh Mums dan orang sekitar
    • Penasaran dengan berbagai hal di sekitarnya, sehingga anak-anak akan banyak bertanya kepada Mums
    • Meniru tindakan dan ucapan orang di sekitarnya
    • Semakin aktif bergerak dan ingin melakukannya sendiri
    • Mengingat ciri-ciri sebuah benda dan mengidentifikasi persamaan dengan benda lain yang mirip
    • Semakin mengeksplorasi lingkungan di sekitarnya 

    Tips stimulasi kemampuan kognitif: latih anak untuk melakukan kebiasaan penting, seperti menjaga kebersihan, membereskan mainan, ucapkan kata tolong, maaf, dan terima kasih, membaca buku bersama, berlatih memainkan peran, bermain mainan yang mengasah konsentrasi, daya ingat, dan pemecahan masalah, aktif bergerak di luar rumah, dan lainnya. 

  • Usia 2-3 tahun

    Selama periode usia ini, kemampuan kognitif anak harus semakin diasah karena ia akan banyak mengeksplorasi berbagai hal dengan seksama. Berikut ini adalah kemampuan kognitif pada anak usia 2-3 tahun: 

    • Mampu menyebutkan objek berdasarkan kategori
    • Menirukan tindakan orang dewasa di sekitarnya yang lebih rumit. Misalnya saat Mums menyapu, anak mungkin akan menirukan tindakan tersebut
    • Menanggapi perintah sederhana dari orang tua
    • Semakin aktif berbicara dan bertanya mengenai hal-hal yang membuatnya penasaran
    • Mencocokkan benda sesuai kegunaan, misalnya sendok untuk makan dan gelas untuk minum

    Tips stimulasi kemampuan kognitif anak: Stimulasi di usia ini sebenarnya mirip dengan stimulasi di usia 1-2 tahun. Di usia ini bisa jadi momen yang tepat bagi Mums untuk memberikan ia berbagai pengetahuan baru secara perlahan, terutama tempat-tempat yang menarik, seperti museum, kebun binatang, serta taman bermain dan edukasi.

    Baca juga: Intip Manfaat Membacakan Cerita Dongeng Sebelum Tidur, Yuk!

  • Usia 3-4 tahun

    Selama periode usia ini, kemampuan kognitif anak berkembang kian pesat karena ia mampu menganalisis hal-hal di sekitarnya dengan lebih kompleks. Anak juga menjadi lebih aktif dalam proses belajar dan memahami sesuatu. Berikut ini beberapa perkembangan anak usia 3-4 tahun:

    • Semakin aktif mencari jawaban atas pertanyaan-pertanyaannya
    • Belajar dengan cara mengamati dan mendengarkan instruksi
    • Dapat mengatur benda berdasarkan kategori, bentuk, dan ukurannya
    • Lebih aktif bergerak dan bermain dengan teman sebaya
    • Sering mengajukan pertanyaan “mengapa” untuk mendapatkan informasi yang membuatnya penasaran

    Tips stimulasi kemampuan kognitif: Biarkan anak mengeksplorasi hal yang membuatnya penasaran, tetapi dengan pengawasan yang tepat. Ajak ia bermain sambil belajar, membaca buku, bersosialisasi dengan teman sebaya, selalu berikan contoh yang baik, dan berikan satu waktu untuk quality time agar ia dapat mengekspresikan perasaannya. 

  • Usia 4-5 tahun

    Kemampuan kognitif anak usia 4-5 tahun juga termasuk ke dalam tahap perkembangan anak usia dini yang masih perlu diasah dengan tepat. Ini adalah periode anak memasuki usia sekolah, yang artinya stimulasi bisa diperoleh dari didikan Mums di rumah dan guru di sekolah. Berikut ini beberapa kemampuan kognitif anak yang dapat terlihat: 

    • Mengidentifikasi warna-warna yang lebih kompleks
    • Membaca buku yang menarik, misalnya buku yang berisi gambar-gambar dan warna-warni
    • Menggambar bentuk orang
    • Menggambar benda yang sering ia sebut dan deskripsikan 
    • Belajar menyebutkan angka-angka (berhitung)
    • Semakin penasaran dengan lingkungan sekitar, seperti ingin bermain bersama teman sebaya 

    Tips stimulasi kemampuan kognitif anak: Beri ruang kepada anak untuk mengeksplorasi apa yang ia suka, seperti menggambar, bermain musik, membaca, berhitung, dan lainnya, bermain di luar rumah dengan teman sebaya, latih anak untuk lebih mandiri, berani, dan percaya diri, tetap biasakan hal-hal penting yang sederhana, seperti menjaga kebersihan, mengucapkan kata maaf, tolong, dan terima kasih, melatih rasa peduli terhadap sesama, dan lain sebagainya. 

Selain stimulasi, Mums juga tetap harus memberikan asupan nutrisi berkualitas sejak anak lahir. Sebab, nutrisi juga berperan penting terhadap tumbuh kembang anak. Salah satu nutrisi yang perlu dikonsumsi anak usia dini adalah susu pertumbuhan.

Ini karena susu pertumbuhan merupakan sumber protein yang dapat mendukung perkembangan otak, meningkatkan daya tahan tubuh, membantu mengurangi risiko penyakit, sebagai sumber energi, memperkuat tulang, meningkatkan kesehatan tubuh, dan lain sebagainya. 

Susu FRISO Gold 3 bisa menjadi pilihan yang tepat karena mengandung nutrisi alami, tanpa perisa, bebas sukrosa, dan tetap memiliki rasa yang enak. Susu FRISO Gold 3 merupakan susu bernutrisi tinggi untuk anak usia 1-3 tahun yang diperkaya dengan kandungan prebiotik, probiotik, nukleotida, vitamin, dan mineral, serta didukung oleh teknologi Locknutri yang menjaga kualitas nutrisi alami susu sehingga mudah diserap tubuh si Kecil agar membantunya kuat dari dalam.

 

Ditinjau Oleh: dr. Rulli P.A Situmorang